Selasa, 18 Agustus 2009

aliran-aliran pendidikan

0 komentar
ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN

A. Aliran Klasik dan Gerakan Baru Dalam Pendidikan

1. Aliran Empirisme
Filasafat Empirisme ini dipelopori oleh John Loeke (1632-1704) yang mengajarkan bahwa perkembangan pribadi ditentukan oleh factor-faktor lingkungan terutama pendidikan.
John Loeke juga berkesimpulan bahwa tiap individu lahir sebgai kertas putih, dan lingkungan itulah yang menulisi kertas putih itu.faktor pengalaman yang berasal dari lingkugan itulah yang menentukan pribadi seseorang.

2. Aliran Nativisme
Bertolak belakang dari Aliran Empirisme. Aliran Navisme justru memandang bahwa factor lingkungan kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Perkembangan anak justru tergantung pada factor bawaan.
Athur Sehopenhanuer (1788-1860) merupakan tokoh aliran yang menganggap faktor bawaan yang bersifat kodrati sejak lahir yang tidak dapat di ubah oleh pengaruh alam sekitar.potensi-potensi itulah yang menjadi pribadi seseorang dan bukan hasil pendidikan.

3. Aliran Naturalisme
Aliran ini dipelopori oleh J.J. Russeau yang berpendapat bahwasanya semua anak yang baru di lahirkan mempunyai pembawaan baik. pembawaan baik menjadi rusak karena di pengaruhi oleh factor lingkungan. Pendidikan yang di berikan oleh orang dewasa juga dapat merusak pembawaan baik.

4. Aliran Konvergasi
Aliran ini berpandangan bahwa factor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama memiliki peranan penting dalam proses perkembangan anak.
Hal ini berarti bahwa heriditas yang baik saja tanpa ada pengaruh lingkungan yang positif tidak akan membina kepriadian yang ideal. Begitu pula sebaliknya. Meskipun lingkungan yang positif tanpa potensi yang baik tidak akan menghasilkan kepribadian yang ideal.
Maka aliran ini menyimpulkan bahwa perkembagan pribadi sesungguhnya adalah jasil proses kerja sama kedua faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal (lingkungan, pendidikan). Tiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor-faktor internal dan eksternal.
Pada umumnya masing-masing teori mempunyai penganut, tetapi perkembangan ilmu pengetahuan modern agaknya teori konvergensi lebih realistis, sehingga di anut oleh ahli-ahli pendidikan.

B. Pengaruh Aliran Klasik Terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia.
Dengan adanya aliran-aliran di atas, maka timbul asas-asas filsafat pendidikan aliran Empirisme,Idealisme dan Realisme.masing-masing mempunyai penganut hingga sekarang dengan segala variasinya sejalan dengan perkembangan ilmu jiwa, ilmu pendidikan dan filsafat.

C. Aliran-aliran Pendidikan Gerakan Pembaharuan Pendidikan Esensialisme dan perennialisme.
a. Esensialisme
Esensialisme modern dalam pendidikan adalah gerakan pendidikan yang memprotes terhadap skoptrisisme dan sinisme dari gerakan progresivme terhadap nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya social. Dimana nilai-nilai yang tertanam dalam warisan yang terbentuk secara berangsur-angsur.

Cirri pendidikan Esensialisme munurut William C Bagly adalah:
Minimal yang kuat dan tahan lama
Pengawasan, pengarahan dan bimbingan bagi anak.
Menegakkan kedisiplinan
Menawarkan teori-teori yang kuat dan sesuai kebutuhan
Adanya kebebasan pada anak dan disiplin orang dewasa
Berkeyakinan bahwa generasi muda masih perlu belajar dan mengembangkan diri

b. perentralisme
merupakan gerakan pendidikan yang memprotes terhadap pendidikan progresivisme yang mengingkari supernatural, serta mempertahankan bahwa nilai-nilai universal itu ada.
Orientasi pendidikan dari perentralisme adalah pada dasarnya memandang kenyataan sebagai sebuah dunia akal pikiran dan tuhan. Pengtahuan yang benar akan diperoleh melalui berfikir dan keimanan serta kebaikan berdasarkan perbuatan rasional.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

KLIK LINK SPONSOR BLOG INI